dynurhabuilding in public
CASE STUDY · ACTUAL WORK

CV Komodo

Membangun Ulang Jalur Order Mobil Odong-Odong dari Seluruh Indonesia

Pemulihan pemasaran digital bisnis perakitan mobil odong-odong setelah Covid, friksi marketplace, dan kegagalan proyek website sebelumnya.

Oleh ··6 menit baca

JAWABAN SINGKAT

CV Komodo sempat mandek setelah Covid, menghadapi friksi di OLX, dan pernah membayar proyek website yang tidak selesai. Pendekatan berikutnya bukan langsung mengejar traffic besar, tetapi membangun ulang kepercayaan dan jalur lead melalui website serta Google Business Profile. Hasilnya, bisnis kembali menerima order dari berbagai wilayah di Indonesia.

Snapshot hasil

2

Channel utama

Website dan Google Business Profile menjadi pintu masuk lead.

Nasional

Jangkauan order

Order datang dari berbagai wilayah Indonesia menurut catatan bisnis.

Rp5 jt

Kerugian website sebelumnya

Nilai proyek website yang disebut tidak selesai sebelum pendampingan ini.

Konteks awal

CV Komodo bergerak di perakitan mobil odong-odong. Setelah Covid, penjualan mandek dan channel utama yang sebelumnya diandalkan tidak lagi memberi pengalaman yang sederhana.

Di OLX, proses jualan menjadi lebih rumit. Di sisi lain, bisnis pernah mengeluarkan sekitar Rp5 juta untuk website yang akhirnya tidak selesai. Kondisinya bukan hanya kehilangan channel, tetapi juga kehilangan kepercayaan terhadap pemasaran digital.

Apa yang gue temukan

Ketergantungan pada marketplace

Ketika aturan dan pengalaman platform berubah, bisnis tidak memiliki aset digital sendiri untuk mempertahankan aliran permintaan.

Trust digital rusak

Kegagalan proyek website sebelumnya membuat solusi digital berikutnya harus membuktikan kegunaan secara konkret dan bertahap.

Produk butuh penjelasan

Mobil odong-odong adalah produk dengan spesifikasi dan konteks pemakaian yang perlu dijelaskan sebelum calon pembeli siap menghubungi.

Pasarnya tidak dibatasi kota

Permintaan potensial tersebar di banyak wilayah sehingga kehadiran pencarian perlu membantu calon buyer menemukan dan memverifikasi bisnis.

Apa yang gue kerjakan

  1. 01

    Membangun website sebagai pusat informasi

    Website diposisikan sebagai aset milik bisnis untuk menjelaskan produk, membangun trust, dan mengarahkan pengunjung menjadi lead.

  2. 02

    Merapikan funnel lead

    Jalur dari pencarian, membaca informasi, sampai menghubungi bisnis dibuat lebih jelas dan tidak bergantung pada satu marketplace.

  3. 03

    Mengoptimalkan Google Business Profile

    Kehadiran bisnis di Google digunakan untuk memperkuat discovery dan validasi bagi calon customer yang belum mengenal CV Komodo.

  4. 04

    Menghubungkan channel ke percakapan

    Fokusnya bukan pageview, tetapi membuat calon pembeli dari berbagai daerah dapat masuk ke percakapan order.

Apa yang berubah

Website dan Google Business Profile membentuk funnel baru yang membantu CV Komodo memperoleh order dari berbagai wilayah Indonesia.

Nilai utama dari pekerjaan ini adalah memindahkan bisnis dari ketergantungan pada satu platform menuju aset digital yang lebih bisa dikendalikan. Namun, karena angka lead dan order belum tersedia, dampaknya saat ini disampaikan secara kualitatif.

Angka yang tersedia

  • Website dan Google Business Profile digunakan sebagai dua channel utama.
  • Order berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
  • Sekitar Rp5 juta pernah dikeluarkan untuk proyek website sebelumnya yang tidak selesai.

Yang belum bisa diklaim

  • Jumlah lead, conversion rate, order, omzet, dan periode pengukuran belum tersedia.
  • Distribusi wilayah order belum didokumentasikan secara publik.
  • Kontribusi masing-masing channel terhadap order belum dapat dipisahkan.

WHAT I LEARNED

Hal yang gue bawa ke project berikutnya

01

Untuk bisnis niche, website berfungsi sebagai alat penjelas dan pembangun trust, bukan brosur digital.

02

Google Business Profile dapat menjadi jembatan antara discovery lokal dan permintaan lintas wilayah.

03

Setelah trust pernah rusak, progress kecil yang benar-benar berfungsi lebih berharga daripada janji transformasi besar.

TENTANG PENULIS

Dynurha

Performance marketer yang bekerja di persimpangan media buying, website, tracking, conversion, dan unit economics.