CV Komodo
Membangun Ulang Jalur Order Mobil Odong-Odong dari Seluruh Indonesia
Pemulihan pemasaran digital bisnis perakitan mobil odong-odong setelah Covid, friksi marketplace, dan kegagalan proyek website sebelumnya.
JAWABAN SINGKAT
CV Komodo sempat mandek setelah Covid, menghadapi friksi di OLX, dan pernah membayar proyek website yang tidak selesai. Pendekatan berikutnya bukan langsung mengejar traffic besar, tetapi membangun ulang kepercayaan dan jalur lead melalui website serta Google Business Profile. Hasilnya, bisnis kembali menerima order dari berbagai wilayah di Indonesia.
Snapshot hasil
2
Channel utama
Website dan Google Business Profile menjadi pintu masuk lead.
Nasional
Jangkauan order
Order datang dari berbagai wilayah Indonesia menurut catatan bisnis.
Rp5 jt
Kerugian website sebelumnya
Nilai proyek website yang disebut tidak selesai sebelum pendampingan ini.
Konteks awal
CV Komodo bergerak di perakitan mobil odong-odong. Setelah Covid, penjualan mandek dan channel utama yang sebelumnya diandalkan tidak lagi memberi pengalaman yang sederhana.
Di OLX, proses jualan menjadi lebih rumit. Di sisi lain, bisnis pernah mengeluarkan sekitar Rp5 juta untuk website yang akhirnya tidak selesai. Kondisinya bukan hanya kehilangan channel, tetapi juga kehilangan kepercayaan terhadap pemasaran digital.
Apa yang gue temukan
Ketergantungan pada marketplace
Ketika aturan dan pengalaman platform berubah, bisnis tidak memiliki aset digital sendiri untuk mempertahankan aliran permintaan.
Trust digital rusak
Kegagalan proyek website sebelumnya membuat solusi digital berikutnya harus membuktikan kegunaan secara konkret dan bertahap.
Produk butuh penjelasan
Mobil odong-odong adalah produk dengan spesifikasi dan konteks pemakaian yang perlu dijelaskan sebelum calon pembeli siap menghubungi.
Pasarnya tidak dibatasi kota
Permintaan potensial tersebar di banyak wilayah sehingga kehadiran pencarian perlu membantu calon buyer menemukan dan memverifikasi bisnis.
Apa yang gue kerjakan
- 01
Membangun website sebagai pusat informasi
Website diposisikan sebagai aset milik bisnis untuk menjelaskan produk, membangun trust, dan mengarahkan pengunjung menjadi lead.
- 02
Merapikan funnel lead
Jalur dari pencarian, membaca informasi, sampai menghubungi bisnis dibuat lebih jelas dan tidak bergantung pada satu marketplace.
- 03
Mengoptimalkan Google Business Profile
Kehadiran bisnis di Google digunakan untuk memperkuat discovery dan validasi bagi calon customer yang belum mengenal CV Komodo.
- 04
Menghubungkan channel ke percakapan
Fokusnya bukan pageview, tetapi membuat calon pembeli dari berbagai daerah dapat masuk ke percakapan order.
Apa yang berubah
Website dan Google Business Profile membentuk funnel baru yang membantu CV Komodo memperoleh order dari berbagai wilayah Indonesia.
Nilai utama dari pekerjaan ini adalah memindahkan bisnis dari ketergantungan pada satu platform menuju aset digital yang lebih bisa dikendalikan. Namun, karena angka lead dan order belum tersedia, dampaknya saat ini disampaikan secara kualitatif.
Angka yang tersedia
- • Website dan Google Business Profile digunakan sebagai dua channel utama.
- • Order berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
- • Sekitar Rp5 juta pernah dikeluarkan untuk proyek website sebelumnya yang tidak selesai.
Yang belum bisa diklaim
- • Jumlah lead, conversion rate, order, omzet, dan periode pengukuran belum tersedia.
- • Distribusi wilayah order belum didokumentasikan secara publik.
- • Kontribusi masing-masing channel terhadap order belum dapat dipisahkan.
WHAT I LEARNED
Hal yang gue bawa ke project berikutnya
Untuk bisnis niche, website berfungsi sebagai alat penjelas dan pembangun trust, bukan brosur digital.
Google Business Profile dapat menjadi jembatan antara discovery lokal dan permintaan lintas wilayah.
Setelah trust pernah rusak, progress kecil yang benar-benar berfungsi lebih berharga daripada janji transformasi besar.
TENTANG PENULIS
Dynurha
Performance marketer yang bekerja di persimpangan media buying, website, tracking, conversion, dan unit economics.