dynurhabuilding in public
CASE STUDY · SIMULASI

Kerangka Scaling Brand Sepatu Lokal Tanpa Mengorbankan Margin

Apa yang terjadi ketika budget naik 50%, tetapi CPC ikut naik dan conversion rate turun? Simulasi ini membedah dampaknya sampai ke contribution setelah biaya iklan.

Oleh ··Diperbarui 21 Agustus 2026·7 menit baca

JAWABAN SINGKAT

Scaling belum tentu sehat walau revenue naik. Dalam skenario ini, budget naik 50% dan revenue naik 22%, tetapi contribution setelah biaya iklan justru turun 13%. Penyebabnya adalah CPC yang naik dan conversion rate yang melemah. Keputusan scaling seharusnya dijaga dengan CAC, break-even ROAS, dan contribution, bukan revenue saja.

Tiga temuan utama

+22%

Revenue bertambah

Volume tumbuh, tetapi tidak secepat kenaikan budget.

+23%

CAC memburuk

Biaya mendapat satu order naik dari Rp100 ribu.

-13%

Contribution turun

Setelah COGS dan ads, ruang bisnis justru menyempit.

Pertanyaan yang diuji

Brand ingin menambah volume penjualan dengan menaikkan budget iklan. Risiko utamanya bukan hanya ROAS turun, tetapi margin yang tersisa setelah COGS dan biaya iklan ikut tertekan.

Hipotesisnya: kenaikan spend masih layak jika tambahan order menghasilkan contribution yang lebih besar, bukan sekadar revenue yang terlihat lebih tinggi.

Asumsi awal

Angka ini dapat diganti dengan data bisnis aktual di simulator.

VariabelNilaiCatatan
Budget awalRp10.000.000Input simulasi
CPC awalRp2.000Input simulasi
Conversion rate awal2%Input simulasi
Average order valueRp300.000Dibuat tetap pada dua skenario
COGS40% dari revenueBelum termasuk biaya operasional lain

Metode perhitungan

  1. 1Klik = budget dibagi CPC.
  2. 2Order = klik dikali conversion rate, lalu dibulatkan ke bawah.
  3. 3Revenue = order dikali average order value.
  4. 4CAC = budget dibagi order. ROAS = revenue dibagi budget.
  5. 5Contribution setelah ads = revenue dikurangi COGS dan budget iklan.

Baseline vs skenario scaling

Skenario scaling mengasumsikan budget +50%, CPC +10%, dan conversion rate turun dari 2% menjadi 1,8%.

MetrikBaselineScalingPerubahan
BudgetRp10,0 jtRp15,0 jt+50%
CPCRp2.000Rp2.200+10%
Conversion rate2,0%1,8%-10%
Order100122+22%
RevenueRp30,0 jtRp36,6 jt+22%
ROAS3,00x2,44x-19%
CACRp100.000Rp122.951+23%
Contribution setelah adsRp8,0 jtRp6,96 jt-13%

Kapan scaling diteruskan

Teruskan jika contribution bertambah, CAC masih di bawah batas bisnis, tracking stabil, dan penurunan conversion sudah dipahami penyebabnya.

Kapan harus berhenti

Tahan kenaikan budget jika revenue naik tetapi contribution turun, attribution bermasalah, creative fatigue muncul, atau stok dan operasional belum siap.

Batasan analisis

  • Contribution di sini belum memasukkan ongkir subsidi, payment fee, refund, retur, pajak, payroll, dan overhead.
  • Model menganggap AOV dan COGS tetap, padahal keduanya dapat berubah saat promo atau mix produk bergeser.
  • Attribution platform iklan tidak selalu sama dengan transaksi yang benar-benar terverifikasi.
  • Hasil simulasi bukan prediksi dan tidak menjamin performa campaign.

TENTANG PENULIS

Dynurha

Performance marketer yang menulis tentang hubungan antara media buying, tracking, conversion, dan unit economics. Di website ini, klaim simulasi selalu dibedakan dari hasil aktual.